Senin, 04 Maret 2013

YOU .... :''



Seharusnya dari awal memang aku menyerah saja, jika itu terjadi mungkin hatiku tak akan sepedih ini sekarang, kemarin harusnya tak kubiarkan kau mengusik lalu datang kembali merengkuh aku yang kala itu memang sudah terjatuh dan terluka, apa salah ku ? hingga kau melepas lalu menarik setelah itu kau jatuhkan lagi aku bahkan yang ini jauh lebih terasa sakit,sejak pertama kau memang berhasil membuatku kalah, kau perdaya aku dengan sesuatu yang aku sendiripun tak mengetahui pasti, andai saja kau bisa sedikit memberi ku ruang untuk bernafas, saat ini aku pasti masih mampu untuk berjalan, tapi kau tega menyemburkan api hingga yang kuhirup hanyalah kepulan asap tebal yang membuat dada ku semakin sesak, jika kau marah ? beri aku satu alasan, aku tak pernah membencimu, kau telah menamparku berulang-kali dengan semuanya persoalan yang mulai kau timbulkan sejak kau berhenti mencintaiku, bagaimana perasaanmu sekarang ? kau lega telah membuatku goyah ?bodohnya aku masih saja mengejarmu dalam kebutaan , namun dengan fakta yang ada kini, bagaimana mungkin aku bisa begitu saja tenang karena sikapmu yang terus menghujam jantungku, pergilah jika itu memang keinginanmu, aku tak akan mengharapkanmu lebih dari sekedar  seseorang yang dulu pernah membuatku mencinta, jangan pernah datang lagi untukku, jika kau memang tak pernah berniat mengambil paksa hatiku lagi, cukup ! kumohon hentikan sampai disini.
Baiklah jika keinginan terbesarmu adalah pernyataan maaf dariku, sekali lagi maka aku akan mengalah, aku tak pernah bermaksud mengusik hidupmu, aku juga tak berniat menyakitimu dengan masalalu ku yang harus mengubah cinta kita menjadi duka, , maafkan aku yang harus menjemputmu untuk bersama meraih kebahagiaanku.
Hanya satu hal saja … setelah itu aku akan menanggalkan semua kenangan kita
Biarkan aku tetap mencintaimu, meski dalam keadaan lelah yang parah

Sekarang, kau boleh tersenyum dalam kemenganmu, aku telah kalah, memang seharusnya aku mengakui kekalahanku, kita memulai kisah pada angka 17 ! dan hatiku berhenti mencari saat itu juga, dan kita terhenti tepat diangka dua angka kembar 22, sejak itu jugalah aku mengerti akan cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar