Seharusnya
dari awal memang aku menyerah saja, jika itu terjadi mungkin hatiku tak akan
sepedih ini sekarang, kemarin harusnya tak kubiarkan kau mengusik lalu datang
kembali merengkuh aku yang kala itu memang sudah terjatuh dan terluka, apa
salah ku ? hingga kau melepas lalu menarik setelah itu kau jatuhkan lagi aku
bahkan yang ini jauh lebih terasa sakit,sejak pertama kau memang berhasil
membuatku kalah, kau perdaya aku dengan sesuatu yang aku sendiripun tak
mengetahui pasti, andai saja kau bisa sedikit memberi ku ruang untuk bernafas,
saat ini aku pasti masih mampu untuk berjalan, tapi kau tega menyemburkan api
hingga yang kuhirup hanyalah kepulan asap tebal yang membuat dada ku semakin
sesak, jika kau marah ? beri aku satu alasan, aku tak pernah membencimu, kau
telah menamparku berulang-kali dengan semuanya persoalan yang mulai kau
timbulkan sejak kau berhenti mencintaiku, bagaimana perasaanmu sekarang ? kau
lega telah membuatku goyah ?bodohnya aku masih saja mengejarmu dalam kebutaan ,
namun dengan fakta yang ada kini, bagaimana mungkin aku bisa begitu saja tenang
karena sikapmu yang terus menghujam jantungku, pergilah jika itu memang
keinginanmu, aku tak akan mengharapkanmu lebih dari sekedar seseorang yang dulu pernah membuatku mencinta,
jangan pernah datang lagi untukku, jika kau memang tak pernah berniat mengambil
paksa hatiku lagi, cukup ! kumohon hentikan sampai disini.
Baiklah jika keinginan terbesarmu adalah
pernyataan maaf dariku, sekali lagi maka aku akan mengalah, aku tak pernah
bermaksud mengusik hidupmu, aku juga tak berniat menyakitimu dengan masalalu ku
yang harus mengubah cinta kita menjadi duka, , maafkan aku yang harus
menjemputmu untuk bersama meraih kebahagiaanku.
Hanya satu hal saja … setelah itu aku akan
menanggalkan semua kenangan kita
Biarkan aku tetap mencintaimu, meski dalam
keadaan lelah yang parah
Sekarang, kau boleh tersenyum dalam
kemenganmu, aku telah kalah, memang seharusnya aku mengakui kekalahanku, kita
memulai kisah pada angka 17 ! dan hatiku berhenti mencari saat itu juga, dan
kita terhenti tepat diangka dua angka kembar 22, sejak itu jugalah aku mengerti
akan cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar