Minggu, 27 Januari 2013

ANGKA 6



You know what ? angka 6 adalah salah satu angka favorite gue, karena pada tingkatan tersebut semuanya berakhir, masa merah putih gue akan berakhir tak lama lagi, segala persiapan menghadapi putih biru udah lengkap sepenuhnya, hanya yang belum lengkap kemana perasaan ini akan gue bawa, sampai dimana letak kesanggupan gue untuk berhenti mengaguminya, kita emang nggak pernah tau apa yang akan terjadi dimasa depan, takdir kehidupan memang sudah digariskan, tapi buat gue selama takdir masih berkaitan dengan penentuan siapa gue nanti itu semua bisa ubah, karena takdir nggak selama keputusan akhir yang tuhan berikan, gue sering bertanya-tanya sama diri gue sendiri sampai kapan semuanya bergulir begitu saja tanpa adanya kepastian, diri ini memang sudah lelah sangat lelah, akan tetapi hati ku tak menghendaki untuk berhenti sekarang, apa mungkin gue masih punya kesempatan ? setidaknya itu bisa sedikit memberi ruang buat gue untuk bernafas lebih lama, sekarang dia memang sudah tak dimiliki oleh siapapun, tapi hatinya ?
Perasaan ini kian dalam, tapi gue nggak pernah mau menklaim kalau ini adalah cinta, karena gue sendiri pun nggak tau apa arti cinta saat itu, yang pasti satu hal yang gue yakinin kalau gue ternyata nggak siap untuk jatuh cinta, rasanya terlalu sakit mengenang kejadian lalu, yang menurut gue itu nggak adil, kenapa tuhan nggak menghendaki fandi sama gue, sementara terlalu banyak pengorbanan yang udah lakuin selama 3 tahun belakangan, hanya karena dia orang yang sama sekali nggak pernah manuruh sedikit pun rasa sukanya gue, walaupun kita sering bareng kemanapun.
Kelulusan gue tiba, ini artinya gue nggak akan bisa lagi ketemu sama fandy, rumah gue juga pindah sehingga gue juga usah nggak bisa lagi satu tempat pengajian sama dia, awalnya gue santai aja, mungkin kalau nanti gue bener-bener pisah sama fandy ceritanya akan jadi lain, kita berdua bisa saling menemukan orang yang tepat, bisa saling mencintai dan merasa dicintai, selama ini gue selalu menatap sinis sama diri gue sendiri, kenapa gue harus jadi seorang pengecut, tapi pembelaan selalu dating dari hati gue, yang bilang “cinta yang sempurna bukanlah cinta yang memenuhi kesempuraan itu, akan tetapi cinta yang bisa membuat seseorang menjadi lebih sempurna” disisi lain gue nggak mau ngaki, kalau perasaan gue waktu itu adalah cinta, terus apa sebabnya ? rasa cemburu yang berlebihan ? berusaha cari perhatiannya? Dan kenapa gue harus nangis tiap kali inget dia ?.
Tapi ternyata perkiraan gue meleset, kelulusan ini nggak  gampang buat gue, apalagi semenjak kita punya kehidupan baru disekolah masing-masing, sama sekali nggak ada contack diantara kita, semuanya kayak ilang gitu aja, apa mungkin dia kangen sama gue ? hah … imposible. Gue suka ketawa sendiri kalau inget gelagat gue yang aneh dulu, gimana cara-cara konyol gue Cuma buat bikin dia seneng ada gue didekatnya, jujur sampai sekarang gue nggak bisa sepenuhnya ngelupain fandy, dia adalah kenangan yang terlalu berharga buat gue lupain, 7 tahun berlalu cepat, tapi merupakan waktu yang sangat lambat juga menyakitkan buat hati gue yang masih aja diliputi bayang-bayang fandy, dulu gue sering berdoa sama tuhan agar suatu saat tuhan berbaik hati mau memberikan pertanyaan atas apa yang gue rasain dan gue simpan baik-baik agar fandy nggak pernah tau sebesar apa rasa sayang gue ke dia, ternyata ini memang cinta, 7 tahun memang terbuang percuma, karena hal ini membuat gue nggak pernah benar-benar memahami apa itu cinta, affandy adalah  cinta pertama gue bagian dari masalalu yang udah kasih gue pelajaran berharga kalau cinta tak harus memiliki, hanya seulas senyum ikhlas yang dapat kita berikan kepada orang yang kita cintai agar mereka bahagia, meski hati tak pernah bisa berdusta, namun tuhan pasti akan membuka jalannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar