Senin, 25 Februari 2013

Giofani



Semuanya berlalu begitu cepat, tapi tak turut serta bersama kenangan ku bersamamu sepanjang waktu, meski kerbersamaan kita tak berlangsung abadi, namun bayang mu selalu mengalun dalam khayalku, walau ragamu kini tak lagi dapat ku rengkuh juga ku jejali dengan jari-jari tanganku, keberadaanmu yang memberiku sebuah topangan hidup, tak hanya dulu tapi hingga kini segalanya masih kurasa sama, bedanya aku tak lagi bisa menyentuhmu, tertawa bersamamu, bahkan menangis dipelukanmu dan merasakan  sentuhan lembut tanganmu dirambutku, aku bahagia melawati hari penuh kebahagiaan berdua denganmu, aku menyayangmu tak sadar perasaan itu mulai tumbuh, seiring ribuan jam yang menjadi saksi lampau cinta ku padamu, kau pernah berkata “jika suatu saat nanti kita tak lagi bersama, maka ingatlah hari ini sebagai cacatan akhir kebersamaan kita yang indah” aku tersenyum pahit mendengar ucapan mu kala itu, tapi sekarang aku mengerti ketika kita memang harus menyudahi semuanya, aku tak menyalahkan kepergianmu, juga takdir yang menyeretmu keluar paksa dari hidupku, aku tau kau lelah, kita memang bertemu disaat kehidupan tak memihak padamu juga padaku, aku ingin pergi bersamamu, tapi tuhan melarang, aku tak tau apa maksudnya, memang seharusnya aku berada disisimu sekarang, semua sudah memvonis usiaku takkan lama, begitulah kata yang juga mereka katakana kepadamu, lalu mengapa tuhan mengizinkanku tetap tinggal ? aku memujamu wahai cinta, mengagumi setiap gerak juga siluet mu dari kejauhan, aku memesona mu maha cinta, merona wajahku saat menatapmu, bak senja saat matahari kembali keperaduan.
Giofani Ardan …
Nama itu … nama yang sangat kusukai, menyebutnya berulang kali tak lantas membuatku bosan, 305 hari aku berada terus disampingmu, selama itulah aku terus bersumpah atas nama cinta, kau tak pernah berhenti menggengam jemariku kala takut itu kembali datang, bahkan kau menjaga ku dalam tidur saat malam mulai menjelang, kau mengalunkan ayat-ayat suci nan indah kala mataku sulit terpejam, kau bangunkan aku saat mimpi buruk merasuki alam bawah sadar ku, kau setia menantikan fajar itu untukku, kau pastikan aku akan bisa melihat matahari terbit di hari esok.

Aku merindukan mu …
Sangat merindukan mu …
“tuhan … aku sangat yakin kalau saat ini Giofani sedang tersenyum berada dipangkuanmu, jaga dia tuhan … kumohon beri dia tempat terindahmu disana … dia bahagia sekarang ? tentu saja dia pasti sangat bahagia, terima kasih kau telah melepas segala rasa sakitnya, terima kasih karena kau telah membawanya dalam kedamaian, tuhan … jika pada akhirnya kau akan memanggilku, beri aku kesempatan untuk kembali bersamanya, seperti disaat kita berdua meleati 305 hari penuh cinta

Giofani …
Terima kasih untuk 305 hari terindah sepanjang hidupku, terima kasih untuk 305 hari kebersamaan kita, dan terima kasih untuk 305 hari milik “kita”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar