Apa kau telah membaca ceritaku ? apakah
kau mengerti makna dibalik cerita itu ? kurasa kau masih tak paham, tak apa setidaknya
aku masih bisa memaklumimu sejauh ini, tapi sampai kapan ? entah lah, aku
merasa ragu sekarang, apa yang bisa membuatmu percaya ? katakan padaku, kumohon
jangan semakin menyiksaku dengan kediamanmu yang menyakitkan, ketahuilah aku
tak pernah mencoba membohongi mu, percayalah … aku masih mencintaimu,
Sampai kapan ? akupun juga tak tau,
jangan tanyakan lagi kesungguhanku menantikan mu untuk kembali, kau tak buta
juga tak tuli, kau seharusnya bisa melihat kesedihanku, mendengar tangisku kala
hati ini menjerit memanggilmu, aku memang bodoh, hingga kini aku masih saja
mengikuti bayangmu.
Jika saja aku bisa berdiri berhadapan
dengan mu sekarang, tentu hatiku tak akan menjadi sepedih ini, hanya aku tak
bisa melakukannya, aku tak mampu melihat sorot matamu, ingin kupeluk kau dan
tak akan pernah kulepaskan, tapi siapa aku sekarang ? memiliki separuh hati mu
pun rasanya sudah tak mungkin lagi. Setiap kali kau membuat air bening ini
terus mengalir, aku tak pernah membencimu, justru disanalah kutemukan kedamaian
kala aku mengingat kebersamaan kita, sakit ku bagai jadi penawar luka yang
telah ku goreskan sejak awal, aku tidak akan menuntut rasa belas kasihmu, aku
tak akan pernah memaksakan kita bersama.
Pergilah …. Aku berjanji tak akan
lagi mengejarmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar